Viraaal..!!!! Afridawati Darmili Mesum,Sekian Lama Baru Terungkap

By Admin Lpkpk 09 Agu 2019, 07:22:49 WIB Suara Provinsi
Viraaal..!!!! Afridawati Darmili Mesum,Sekian Lama Baru Terungkap

Sinabang, suaralpkpk.com - Baru-baru ini masyarakat simeulue dikejutkan dan digemparkan oleh kabar mesum Afridawati Darmili wakil Bupati Simeulue saat ini, terkuaknya kasus mesum ini diawali dari laman Facebook Firza Aceh dan kian hari terus menyebar serta menjadi perbincangan dikalangan masyarakat tentang kabar santer tersebut.

Ini kronologis kejadiannya yang didapat tim pencari fakta dari keterangan salah satu saksi kuncibkejadian itu (tanpa disebutkan nama bersangkutan) memaparkan. Saat itu, Senin 31 Desember 2001, sekitar pukul 10.30 WIB, mencurigai aktifitas di sebuah rumah kos-kosan di kawasan kelurahan tersebut. Ia menduga di dalam rumah itu ada dua insan berlainan jenis yang bukan muhrim telah melakukan maksiat.

Ia menambahkan,kecurigaan warga berbuah dengan melaporkan kecurigaannya kepada seorang aparat kepolisian bernama Zulkifli, yang tinggal di Asrama Polisi (Aspol) Kebun Kelapa di jalan Pocut Baren Kelurahan Laksana, Banda Aceh tak jauh dari lokasi kejadian. 

Baca Lainnya :

Pada saat itu, Zukifli masih bertugas sebagai Kepala Unit Reserse di Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Uleelheu,Banda Aceh. Dalam laporan warga—via telepon—kepada Zulkifli mengatakan, disebuah rumah kos yang ditempati seorang pria di kelurahan tersebut sedang dikunjungi dua orang tamu wanita. Warga mencurigai di rumah kost itu sedang terjadi khalwat. Kecurigaan warga dikarenakan pria yang menempati rumah kos tersebut masih lajang 
(belum berkeluarga). 

Bahkan, papar saksi kunci tersebut satu diantara dua wanita itu sebelumnya juga sering mendatangi rumah pria lajang ini di siang hari dan langsung masuk kedalam rumah. Warga yang melapor kepada Zulkifli juga menjelaskan bahwa pria yang tinggal di rumah kos itu bernama Taufik. Ia bekerja di PT. Tenaga Tani Farma, Punge Blang Cut, Banda Aceh, sebagai Kepala Bagian Keuangan. Selain itu Taufik juga berprofesi sebagai guru olah kanuragan Satria Nusantara di Banda Aceh. 

Lebih jauh warga setempat mengatakan kepada Zulkifli, warga pernah membuntuti wanita (Afridawati-red) yang sering mengunjungi Taufik. Hasilnya, ternyata wanita tersebut kerap menaiki mobil KIA jenis sedan berwarna merah maron. Mobil tersebut selalu diparkir di depan toko obat Mustadjab di Peunayong.Dari depan toko itu si wanita menumpangi becak mengunjungi rumah Taufik. 

Mendengar laporan itu, Zulkifli menanyakan kepada warga nomor polisi (Nopol) mobil KIA sedan tersebut. Warga yang pernah menguntit wanita ini langsung memberitahukan Nopol mobil tersebut adalah BL 321 AF. Mendengar Nopol dimaksud, Zulkifli langsung terperanjat. Ia tahu benar pemilik mobil bernomor BL 321 AF itu. Setelah mendengar seluruh laporan warga, Zulkifli berjanji akan segera menindaklanjuti laporan mereka. 

Setelah itu, Zulkifli langsung menghubungi seorang pria bernama Rizal, tak lain famili tersangka wanita. Melalui telepon, Zulkifli memerintahkan Rizal segera datang ke rumahnya. Tak lama kemudian Rizal memenuhi permintaan itu,ia pun tiba di rumah Zulkifli di Aspol Kebun Kelapa. 
Setibanya Rizal, dengan kegerahan rasa di hati Zulkifli menceritakan laporan yang disampaikan warga. Rizal pun serta merta terperanjat mendengar laporan itu. Rizal sendiri tahu benar siapa pemilik mobil tersebut. 

Untuk membuktikan dugaan itu, Zulkifli dan Rizal bergegas mendatangi rumah kos yang dicurigai sedang berlangsung maksiat sambil membawa sebuah kamera photo analog merk Olympus,sekitar pukul 16.20 WIB, Zulkifli dan Rizal sudah berada di depan pintu rumah kos Taufik dan menyusun formasi penggerebekan. Zulkifli berada di depan pintu depan sebagai pendobrak, sedangkan Rizal memegang kamera photo untuk mengabadikan sebagai bukti otentik (gambar kejadian). 

Dengan tenaga penuh Zulkifli langsung mendobrak pintu dan menerobos masuk ke dalam rumah diikuti Rizal.Di dalam rumah, Zulkifli dan Rizal mendapati seorang wanita sedang di tindih oleh Taufik di lantai yang beralaskan kasur tipis berwarna biru. Wanita yang sedang di tindih oleh Taufik tak lain adalah Afridawati, istri orang nomor satu di Kabupaten Simeulue (saat ini menjabat wakil Bupati Simeulue ) Sedangkan seorang wanita lagi adalah teman dan sekaligus ajudan Afridawati.

Saat penggerebekan berlangsung ajudan Afridawati saat itu sedang berbaring di atas tempat tidur yang disekat sehelai kain seprai sambil menonton acara televisi. Sekat itu dibuat agar adegan panas yang dilakukan kedua sejoli itu tidak terlihat olehnya.Afridawati yang lahir pada 8 Maret 1960 adalah istri Drs. Darmili (saat menjabat anggota DPRK Simeulue dan Tersangka kasus Korupsi aliran dana PDKS) yang dilantik sebagai bupati Simeulue periode 2001 – 2006 pada Sabtu, 3 November 2001. Sedangkan 
ajudannya—tidak layak disebut namanya karena sudah meninggal dunia akibat Tsunami 26 Desember 2004—adalah istri dari seorang polisi yang bertugas di Mapolsek 
Lhoknga, Aceh Besar.

Rizal langsung terperangah melihat adegan mesum (khalwat) di dalam rumah tersebut dan tak mampu mengabadikannya. Melihat kondisi Rizal seperti itu, dengan cepat Zulkifli merampas kamera di tangan Rizal dan langsung mengabadikan adegan tak senonoh itu. Mendapati penggerebekan ini, Taufik dan Wati (panggilan akrab Afridawati) terperanjat dan langsung membenahi kondisinya yang sedang bugil. Sedangkan sang ajudan langsung terlompat dari tidurnya. Karena menutup tubuh seadanya, Rizal segera memberikan pakaian Wati yang tergantung di pintu untuk dikenakannya. 

Sementara Taufik dan ajudan Wati dimintai keterangan oleh Zulkifli. Sang ajudan pun menangis ketakutan. Zulkifli memarahi sang ajudan hingga menampar pipi kirinya karena turut mendukung perbuatan itu. Sedangkan Taufik tak keluar sepatah kata.Setelah Wati menggunakan pakaian, Zulkifli dan Rizal ingin membawa ke tiga tersangka (Afridawati, Taufik dan sang ajudan) ke Mapolsek Uleelheu-Banda Aceh untuk diperiksa lebih lanjut. 

Sambil menangis, Wati memohon kepada Rizal dan Zulkifli untuk tidak membawa mereka ke Mapolsek. Afridawati yang saat itu panik secara reflek menarik tangan Taufik, agar kekasih gelapnya (Selingkuhannya-red) tidak diboyong ke Mapolsek Uleelheu. Zulkifli berang melihat tingkah Afridawati yang menarik tangan Taufik. 

Serta merta Zulkifli melayangkan tangan kanannya ke bagian kiri wajah Afridawati hingga memar. Afridawati terus menangis. Bahkan, lagi-lagi dia memohon kepada Rizal untuk tidak membawa mereka ke Mapolsek. 

Afridawati berharap permasalahan ini (mesum-red) diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat Rizal dan Zulkifli masih kerabat dekat Afridawati. Hubungan 
kekeluargaan Afrida dengan Rizal melalui istri Rizal yang adik sepupu Afrida. Sedangkan Zulkifli melalui istrinya yang juga masih kerabat dekat Afrida.

Namun, Zulkifli yang sudah kepalang malu dan telah berjanji kepada warga untuk menegakan hukum, tidak mengindahkan permohonan Wati. Ketiga tersangka tetap digelandang ke Mapolsek Uleelhue untuk pemeriksaan lebih intensif. Zulkifli pun tak lupa mengumpulkan barang bukti lainnya berupa songkok jilbab warna hitam, pakaian dalam dan celana dalam milik Afridawati yang tak sempat dipakainya. 

Selain itu, Zulkifli juga membawa kain seprai yang digunakan sebagai sekat.Sementara itu, beberapa warga melihat langsung penggerebekan itu tak turut campur, sebab pelanggar khalwat sudah ditangani pihak aparat kepolisian. Warga setempat pun hanya menyaksikan dari kejauhan dan tak tahu siapa wanita yang ada di dalam rumah 
kejadian itu. Sekitar pukul 17.30 wib, mereka tiba di Mapolsek Uleelheu. Ketiga tersangka diperiksa 
satu-persatu oleh seorang anggota Reserse Mapolsek Uleelheu bernama Raja Harahap diruang kerjanya.
Sedangkan Taufik dan Rizal hanya mengawasi ketiga tersangka.

Dalam pemeriksaan, Taufik mengaku perbuatannya. Ia juga memaparkan awal perkenalannya dengan Wati yang telah memiliki seorang suami dan tiga orang anak ini sekitar 6 - 7 tahun silam. Taufik menuturkan, ia dan Wati saling kenal saat Wati ikut serta dalam kegiatan olah kanuraga Satria Nusantara yang dikelola Taufik. Dari situ, kedua sejoli ini makin akrab. 

Taufik pun mengakui bahwa perbuatan layaknya suami 
istri itu juga telah lama mereka jalin. Lelaki berkulit sawo matang dan berkumis tebal ini mengaku dirinya masih lajang dan bekerja di sebuah perusahaan jamu PT. Tenaga Tani Farma yang berada di Punge Blang Cut, Banda Aceh.Usai Taufik, giliran Wati yang diperiksa oleh Raja. 

Istri Bupati Simeulue ini hanya menjelaskan secara singkat awal pertemuan dia dengan teman kencannya hingga tertangkap tangan berbuat mesum dengan kekasih gelapnya. Saat pemeriksaan berlangsung, Wati kembali menangis. Ia tak sanggup memaparkan semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Raja.Setelah pemeriksaan, ketiga tersangka diperkenankan pulang ke rumah setelah sebelumnya menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Afridawati pun pulang tanpa mengenakan celana dalam ditemani oleh kekasih dan ajudannya.

Demikian, kasus maksiat (mesum) yang telah mencoreng muka Drs. Darmili yang terpilih kembali sebagai Bupati Simeulue periode 2007 – 2012 dan harkat martabat 
masyarakat di kabupaten simeulue itu tidak pernah berujung. Hilang layaknya tergerus gelombang tsunami 26 Desember 2004

Keterangan Identifikasi :
1. Mobil KIA tipe sedan Nopol BL 321 AF adalah milik Afridawati. Menurut 
informasi, mobil tersebut di beli suaminya sebagai hadiah ulang tahun. Pada saat kejadian mobil tersebut berwarna merah maron. Saat ini sudah berganti warna menjadi Hitam.

2. Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah rusak akibat tsunami 26 Desember 2004.

3. Mapolsek Uleelheu (tempat pembuatan BAP) sudah rusak akibat tsunami 26 Desember 2004.

4. Afridawati lahir pada 8 Maret 1960. Anak pertama dari istri ke empat dengan bapak bernama Alm. H. M. Arfi dan ibu bernama Alm. Juraida. (saat ini menjabat wakil Bupati Simeulue priode 2017-2022)

5. Taufik adalah seorang karyawan di PT. Tenaga Tani Farma Banda Aceh. Saat ini bertempat tinggal di Punge Blang Cut, Banda Aceh. Saat ini sudah berkeluarga.

Demikian laporan tim yang bertugas. 

Reporter:(Eso)

Editor:Jack One




Komentar Melalui Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tampilkan semua Komentar

Tulis Komentar