Serah Terima Tersangka Dan Barang Bukti Dalam Perkara Penyalahgunaan Wewenang
www suara lpkpk com, cerdas faktual terpercaya

By SuaraLPKPK.com 05 Jan 2022, 19:11:16 WIB Suara Provinsi
Serah Terima Tersangka Dan Barang Bukti Dalam Perkara Penyalahgunaan Wewenang



Aceh, Kota Jantho Suara lpkpk com, -Tim penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Besar melakukan kegiatan serah terima Tersangka dan Barang Bukti Dalam Perkara Penyalahgunaan 

Baca Lainnya :

Keuangan Negara, Dalam Pekerjaan Pembangunan Jetty Kuala Krueng Pudeng Kecamatan 

Lhoong Kabupaten Aceh Besar Tahun Anggaran 2019 Pada Dinas Pengairan Provinsi Aceh

 kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Aceh Besar.

 

 .

Pernyataan Kasih Intelijen Deddy Maryadi. S.H kepada Wak Media, ini pada hari Rabu tanggal 05 Januari 2021.


.

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Besar menyerahkan 3 (tiga) orang tersangka dengan 

inisial MZ (55 tahun) sebagai KPA merangkap PPK, TH (39 tahun) sebagai PPTK dan YR (41

 Tahun) sebagai Kontraktor Pelaksana (Direktur PT Bina Yusta Alzuhri), dan barang bukti yang

 diserahkan yaitu sejumlah 159 (seratus lima puluh Sembilan) dokumen.

 

.

Menyangkut terkait atas Dugaan Penyalahgunaan Keuangan Negara dalam Pekerjaan Pembangunan Jetty Kuala Krueng 

Pudeng Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar Tahun Anggaran 2019 pada Dinas 

Pengairan Provinsi Aceh dengan nilai kontrak Pembangunan Jetty Kuala Krueng Pudeng 

Kecamatan Lhoong kabupaten Aceh Besar sampai selesai pelaksanaan sejumlah Rp. 13.353.329.000,- (tiga belas milyar tiga ratus lima puluh liga juta tiga ratus dua puluh sembilan 

ribu rupiah), sebutnya



"Ia menyatakan, Bahwa yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 2.317.222.789,40 (dua milyar 

tiga ratus tujuh belas juta dua ratus dua puluh dua ribu tujuh ratus delapan puluh Sembilan 

rupiah), ini sebagaimana Laporan Hasil Audit perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN)

 yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan 

Provinsi Aceh. Tegasnya DEDDI MARYADI, S.H


.

Bahwa perbuatan para tersangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) , Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 

31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU Nomor 20 tahun 2001 

tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana 

Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. Selanjutnya


.

Bahwa sebelumnya Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Besar telah memeriksa 57 (lima puluh 

tujuh) orang saksi dan 3 (tiga) orang ahli yang terdiri dari unsur Dinas Pengairan maupun pihak 

swasta yang terkait dalam kegiatan Pembangunaan Jetty Kuala Krueng Pudeng Kecamatan 

Lhoong Kabupaten Aceh Besar Pada Dinas Pengairan Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2019.sambungnya lagi


.

Bahwa Tim Penyidik dapat menguraikan terkait modus operandi, para tersangka telah 

melakukan kecurangan (frund) yang dimulai dalam proses perencanaan pengadaan, dimana 

tersangka MZ dan tersangka TH melakukan manipulasi terhadap data-data yang dibuat seolah-olah dan seakan-akan bahwa data-data tersebut ada dan telah dilakukan sesuai dengan 

ketentuan.


.

Namun kata Kasih Intelijen Deddy Maryadi. S.H berdasarkan fakta yang ada tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan, 

sehingga dokumen yang dipakai untuk perencanaan kegiatan adalah dokumen yang dibuat 

tidak sebenarnya.


.

Selanjutnya ketika dalam proses pelaksanaan kegiatan dengan dokumen dan data yang dibuat tidak benar, tersangka YS dan TH telah membuat kekurangan volume 

pekerjaan batu lebih >1000 kg/unit, terjadi kekurangan sebesar 3.518,55 m3. Untuk batu 

<250kg/unit, terjadi kekurangan sebesar 2.916,44 m3, sehingga terdapat selisih kelebihan 

pembayaran yaitu sebesar Rp. 2.317.222.789,40 (dua milyar tiga ratus tujuh belas juta dua 

ratus dua puluh dua ribu tujuh ratus delapan puluh sembilan rupiah).


Masih kata Kasih Intelijen Kejaksaan Negeri Aceh Besar, ini Karena selisih nilai kontrak 

dengan nilai Riil tersebut didapat oleh para tersangka dengan perbuatan-perbuatan secara 

melawan hukum, maka selisih tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai keuntungan bagi 

pihak penyedia jasa melainkan adalah suatu Kerugian Keuangan Negara (KKN)."tutupnya


Sumber; Rilis

Editor: Suryo




Komentar Melalui Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tampilkan semua Komentar

Tulis Komentar

Sekilas Info


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP
[Menyalin] kode AMP