Pandangan Negatif Terhadap Anak Punk. Jangan Ada Diskriminasi Sosial.
www suara lpkpk com, cerdas faktual terpercaya

By SuaraLPKPK.com 10 Okt 2021, 09:03:26 WIB Suara Provinsi
Pandangan Negatif Terhadap Anak Punk. Jangan Ada Diskriminasi  Sosial.




Baca Lainnya :

Gunungkidul,suaralpkpk-pandangan negatif sudah melekat dengan kuat di kalangan masyarakat mengenai anak punk. Hal itu bukanlah sesuatu yang tabuh lagi. Banyak masyarakat yang masih memandang seseorang melalui luarnya saja. Karena memang pada dasarnya penampilan anak punk berbeda dari yang lainnya mereka menggunakan full tato, bergaya nyentrik, berpakaian compang-camping, dan bergerombol. Tetapi ternyata pandangan tentang anak punk seperti diatas ternyata bukan sepenuhnya benar bahkan bisa dibilang salah.



Beberapa waktu lalu kami mewawancarai dua  orang anak punk yang berada di Gunungkidul. Mereka bernama Eno (31 tahun) dan Dimas atau yang akrap dipanggil Gendon (27 tahun). Mereka berasal dari Panggang dan Karangmojo. Eno mengaku menjadi anak punk sudah dari 2007 dan Gendon baru dari 2014. Ternyata mereka bukanlah orang-orang yang hanya luntang lantung tanpa tujuan tetapi mereka memiliki pekerjaan seperti masyarakat lainnya. Saat ini Eno memiliki usaha pembuatan kaos yang bisa kita lihat di akun @haus_abad_13 dan memiliki keahlian menato. Sedangkan Dimas atau akrab dipanggil Gendon adalah seorang wirausaha dan memiliki keahlian dalam bermusik lebih tepatnya beliau juga memiliki karya yang sering dikenal dengan south mount sunrise. Masing-masing mereka juga memiliki tato yang mempunyai filosofi nya masing-masing. Sesuatu yang sangat menginspirasi dari beliau-beliau ini.Jumat(08/10/2021)



 Mereka menyempatkan waktu disamping kesibukannya untuk mengamen atau pun bermain musik untuk mengumpulkan dana. Untuk diberikan orang yang tidak mampu. Mereka juga menjelaskan bahwasanya mereka memiliki sistem yang random, jadi di kalangan mereka terdapat genre punk, ada yang tato, ada juga yang genre rege. Namun walaupun berbeda beda tetapi mereka tetep menjadi satu.  Ketika ditanya mengenai tanggapan buruk dari masyarakat ? Mereka menjawab dengan santaii, kalau kita sih menanggapinya cuek cuek aja, dari pada mikirin omongan orang bikin kita kepikiran bahkan bikin kita down , dan kalau ketemu orang tersebut bikin kita canggung atau benci malah bikin dosa. Mending kita tetep berbaik baik aja dan tetep sopan sama orang lain. Biar semakin erat persaudaraan kita. Karena mau gimanapun kami ini memang berbeda jadi silahkan apapun penilaian mereka. Karena pada dasarnya hal yang melatarbelakangi mereka mengambil jalan ini adalah karena kecintaan nya terhadap seni tato dan juga bentuk perlawanan secara simbolis.



 Dalam perjalanan hidupnya sebagai anak punk, ternyata ada pihak keluarga yang awalnya tidak suka. Tetapi beliau tetap teguh pada pendirian nya dan membuktikan bahwa beliau mampu menghidupi dirinya secara cukup. Dan pada akhirnya pihak keluarga pun menerima pilihan yang diambil beliau. Selama ini masih banyak diskriminasi sosial bagi kalangan anak punk. Seperti halnya ketika beliau ingin mengikuti ujian menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) atau istilah Sekaran ASN. Pasti terhalang oleh peraturan, misalnya peraturan yang ada setiap warga negara yang ingin mendaftar harus bebas dari tato ,padahal tato juga tidak memiliki pengaruh terhadap pekerjaan. Seharusnya lebih mengedepankan karakter dan skill. Mereka berharap pemerintah minimal memberikan peluang untuk anak punk agar bisa berkontribusi dalam membangun bangsa sesuai dengan keahlian masing-masing orang. Karena peraturan diatas sangat menyulitkan kami sehingga kebanyakan kami masih menjadi pengamen jalanan yang hasilnya tidak menentu. 



Dari hasil wawancara kami, bisa disimpulkan bahwa pandangan kebanyakan masyarakat yang negatif terhadap anak punk tidak sepenuhnya benar. Bahkan mereka ternyata memiliki jiwa sosial yang lebih tinggi, mereka saling menghargai satu sama lain, saling tolong menolong ,dan peduli dengan sesama. Mereka juga bukanlah penjahat seperti apa yang kita kira selama ini. Mereka juga sama , sama -sama memiliki pekerjaan memiliki tujuan hidup dan memiliki keinginan. Kita juga tidak boleh melihat seseorang hanya berdasarkan luarnya saja karena tidak semua yang terlihat oleh mata sama dengan apa yang terlihat dari hati.kita harus selalu berbuat baik dan selalu berfikir positif. Dari pada memojokkan anak punk atau mengesampingkan lebih baik kita saling bekerja sama untuk menjadi warga negara yang baik dan mengupayakan hal -hal baik untuk kemajuan negara. Kami juga berharap masyarakat lebih peka dan peduli terhadap anak punk syukur -syukur memberikan lapangan pekerjaan yang layak agar anak punk bisa menjadi anak yang lebih produktif. Sehingga nantinya anak punk mampu hidup berdampingan secara normal sebagaimana yang selama ini diharapkan oleh mereka.


 Jangan ada diskriminasi sosial diantara kita. Kalau tidak dimulai dari kita lalu siapa lagi.


(Shinta Dewi/Antok)

Publizer:Suryo




Komentar Melalui Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tampilkan semua Komentar

Tulis Komentar

Sekilas Info


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP
[Menyalin] kode AMP