Diduga Ada Praktek Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Grobogan

By SuaraLPKPK.com 15 Jun 2021, 15:20:39 WIB Suara Daerah
Diduga Ada Praktek Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Grobogan


Grobogan,Suaralpkpk.com- Seorang narasumber yang minta namanya dirahasiakan, bercerita pengalamannya anaknya yang maju sebagai calon Perangkat Desa di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah,  (16/06/2021).


Baca Lainnya :

Sebut saja Aryo. Ia menuturkan, banyak sekali kecurangan yang dirasakan, mulai dari proses pendaftaran, seleksi, hingga beredarnya info permintaan sejumlah uang.


"Contoh kecilnya tarik ulur kepentingan pada waktu pengumuman kelulusan yang dijadwalkan jam 2 mundur sampai jam 4 kemudian mundur lagi sampai jam 9 malam" kata Aryo.


Proses penilaian lama tersebut , membuat para peserta calon perangkat desa menjadi berpikiran dan memungkinkan adanya jual beli jabatan perangkat desa yang mempunyai banyak kepentingan.


Aryo menjelaskan, sekarang ini di Grobogan sedang ramai kasus jual beli jabatan perangkat desa.


Karenanya,  Aryo sebelum tes tertulis diberitahu oleh salah satu warga dan juga anggota BPD  di Desanya yang intinya bahwa yang bawaan dari kepala desa pasti lulus. 


"Saya belum percaya karena belum membuktikan,  karena jual beli jabatan itu melanggar aturan termasuk pungli dan bisa ditangkap KPK" katanya


Kendati demikian, Aryo menampik bahwa bawaan dari kepala desa ada yang tidak jadi karena berdasarkan dengan ujian tergantung kecerdasan bukan karena uang. 

 

"Saya juga ditantang untuk taruhan, tetapi saya menolak karena tidak etis untuk melakukan tindakan tersebut" ujar aryo saat di Kantor Brata Pos Jawa tengah. 


Dengan begitu,  Dia menunggu pembuktian  dengan mangajukan anak kandungnya untuk mencalonkan perangkat desa apakah nanti benar benar lolos atau tidak bawaan dari kepala desa tersebut. 


"Akhirnya saya kaget. Ternyata betul apa yang diinfokan salah satu oknum BPD bahwa bawaan kepala desa pasti lulus" jelasnya


Sementara itu,  Chambali, Perangkat Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan Mengatakan Proses seleksi di Kabupaten Grobogan sudah sangat terang benderang terjadi kecurangan yang masif dan terorganisir. Calon perangkat desa yang terpilih adalah mereka yang bersedia membayar mahar sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta kepada kepala desa. Pembayaran uang itu terjadi sebelum dan sesudah proses seleksi.


"Panitia perangkat desa menggunakan celah aturan dibolehkannya menyelenggarakan tes secara manual tertulis dengan kertas, atau tidak harus pakai CAT (computer assisted test) seperti calon aparatur sipil negara. Karena boleh dengan tes tertulis manual dengan kertas, hasilnya pun tidak langsung keluar" katanya


Adanya praktik tersebut, kata Chambali sudah jelas ada sesuatu yang patut diduga tidak beres. Apalagi, jamak dijumpai mereka yang menempati peringkat pertama berdasarkan hasil tes tersebut adalah kerabat kepala desa sendiri atau kerabat panitia seleksi.


"banyak pula pendaftar di satu formasi yang ternyata suami istri atau masih saudara dari dua pendaftar. Padahal, sebenarnya banyak warga yang berminat menjadi perangkat desa" ujar chambali


Pihaknya berharap kepada masyarakat khususnya warga Grobogan untuk membantu mengisi petisi penangguhan pelantikan perangkat desa karena diduga adanya praktik jual beli jabatan 


Berikut link petisi tersebut http://chng.it/jFd6gZj6 supaya dibuka kemudian ditandatangani warga masyarakat Grobogan. (Team)




Komentar Melalui Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tampilkan semua Komentar

Tulis Komentar

Sekilas Info


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP
[Menyalin] kode AMP